Belajar Investasi Masa Depan di Hari Bekal Nasional

Kalau kalian iseng-iseng liatin feed Facebook, kadang suka nongol temen jaman SMP atau SMA yang sekarang udah punya pergaulan baru lagi. Lalu tiba-tiba keingetan jaman waktu invasi alay dan cabe merajalela; masa sekolah. Harus diakui, hal yang paling ngangenin dari masa-masa sekolah adalah jam istirahat, di mana masing-masing dari kita berhamburan ke kantin untuk makan siang. Dari sekian banyak siswa di sekolah, pasti ada aja yang bawa Tupperware atau Lock&Lock. Membuka kotak harta karun yang berisikan nasi dan lauk pauk yang udah dingin tapi tetep enak, karena makanan si Bibi emang selalu enak. Saat masuk kuliah juga ada beberapa dari pejuang-akhir-bulan yang mencoba menghemat dengan membawa sekotak nasi dan lauk pauk sisa makan semalam yang kalau dibuang sayang tapi dimakan juga yaudahlah. Kumaha deui.

Di tanggal 12 April ini, negara kita tercinta ini punya hari yang sangat spesial dan penuh arti bagi para pecinta jam istirahat, yakni Hari Bekal Nasional. Memang nggak libur, sih, ya tapi momen ini hadir untuk meningkatkan kesadaran kita akan pentingnya asupan nutrisi. Kalau yang baru pertama kali denger, ya wajar, Hari Bekal Nasional baru diinisiasikan 12 April 2013 lalu sama Kementerian Kesehatan RI dan Kementerian Pendidikan Nasional yang bekerjasama dengan salah satu merk tempat bekel kalian itu. Tujuannya sederhana, ingin menggalakkan lagi budaya membawa bekal yang kini udah dianggap nggak gaul dan suka dicap “anak mami”, walaupun yang bikin bekel si Bibi.

Padahal, kenyataannya, bawa bekal itu itung-itung investasi jangka panjang, lho. Dan di umur kita yang udah nggak muda lagi, perlu kesadaran akan pentingnya investasi. Dengan membawa bekal, secara ekonomi tentu saja menghemat uang jajan, tandanya dengan pemasukan tetap dan pengeluaran berkurang, ya banyak duit lah. Yes, sepatu Yeezy bisa kebeli. Selain itu kalian juga mulai melatih diri menjadi orang yang andal dalam mengatur nutrisi. Ya mungkin nggak juga, sih, cuma seenggaknya makanannya jauh lebih bergizi daripada beli moring atau cilok Mang Asrul.

Ironinya, negara kita seringkali acuh tak acuh dengan yang namanya gizi anak-anak. Padahal nutrisi baik bagi tubuh itu menunjang keseharian kita. Hari Bekal Nasional bisa dibilang nggak kedengeran gaungnya, ketimbang Hari Batik Nasional, Hari Anak Nasional, atau Hari Guru. Sedikit ngintip ke negara Jepang yang mewajibkan anak usia sekolah dasar untuk membawa bekal ke sekolah atau paling nggak catering, gizi mereka semua terpantau sehingga sebanding dengan indeks prestasi mereka. Ada yang pernah bilang, logistik mempengaruhi logika. Mungkin karena hal inilah Indonesia masih sering marah-marah nggak jelas di jalanan, nggak toleransi, dan asal ceplas-ceplos kalau bicara, walaupun bukan hanya karena konteks bekal makan siang saja.

Bila dipikir panjang, banyak sekali keuntungan yang bisa didapatkan dari membawa bekal. Sekarang saatnya kita untuk memutarbalikkan konsep kekinian yang menganggap bawa bekal itu cupu. Sebagai anak muda visioner yang memperhitungkan semua probabilitas untuk menjadi lebih baik, yah bawa bekel yuk, sembari memperingati Hari Bekal Nasional 12 April ini.

Salam sayang,

Si gadis rajin menabung dan agak sombong,

Aliya Alifadrianti
Foto: pinterest.com