Avhath Resmi Merilis Single “Lethargy/March to the Carter”

Akhir bulan adalah waktu-waktu yang bikin saya penat. Entah karena uang bulanan habis atau tugas kuliah yang numpuk kayak dosa. Heu. Tapi, sekarang saya pantang. Untung ngomong kayak begitu, soalnya lagi seneng. Jadi, tepat pada Hari Rabu (30/9) kemarin, unit blackened crust/d-beat/hardcore asal Jakarta, yaitu Avhath, resmi merilis 2 single teranyar yang sebelumnya sempat bikin saya dagdigdug penasaran semenjak 2 minggu terakhir. 2 track itu berjudul Lethargy dan March to the Carter yang dirilis dalam format digital 7” melalui akun Bandcamp mereka.

Kalau kamu simak perkembangan mereka, kamu pasti tau tentang kehadiran sosok baru di Avhath yang bergabung di pertengahan tahun 2015. Ya, dia adalah Yvd yang sebelumnya kita kenal sebagai gitaris band powerviolence asal Jakarta, Disfare. Dengan bergabungnya Yvd, Lethargy/March to the Carter menjadi pembuktian dari Avhath bagaimana usaha keras mereka untuk lebih meng-explore terhadap genre yang mereka usung.

Lethargy dan March to the Carter ini mewakili pemikiran setiap personel Avhath yang sudah terlalu muak dengan carut-marut kehidupan sehingga timbul, lah, kalimat “how to escaping from the drone circle of life?”. Mantap.Kali ini, Avhath menampilkan warna musik yang cukup berbeda namun tetap pada benang merahnya.

2 track terbaru dari Avhath mengingatkan saya kepada band-band seperti Human Bodies dan Young and in the Way. Lantunan d-beat terlihat jelas menjadi peran utama di dua lagu ini. Riff gitar yang kental dengan distorsi ciamik dan dibalut vokal Ekrig yang terdengar seperti datang dari kegelapan. Ugh! Saya jadi pengen moshing. Eum. Yaudah, kalo penasaran, kalian bisa langsung streaming aja  atau lebih bagusnya, sih, kamu beli sekaligus lagunya. Hehe.

[bandcamp width=100% height=120 album=1849140661 size=large bgcol=ffffff linkcol=0687f5 tracklist=false artwork=small]

                                                                                          

Twitter : @Avhath

Bandcamp : avhath.bandcamp.com

“Bu Haji, daging?”