Annabelle: Creation (2017): Membongkar Masa Lalu Boneka Annabelle

Indeks Prestasi Keren: 7,5/10

Warga kreatif! Coba sebutin mainan anak-anak apa yang jadi favorit kalian! Kalau aku waktu kecil dulu sih, sukanya mobil-mobilan sama ada beberapa boneka kecil yang suka dipajang. Tapi, bonekanya selalu boneka binatang, nggak pernah boneka orang-orangan gitu, soalnya takut. Takut tiba-tiba matanya gerak sendiri. 🙁

Ngomong-ngomong soal boneka serem, Agustus ini muncul lagi film tentang boneka serem yang nge-hits, apa lagi kalau bukan boneka Annabelle. Sesuai dengan judulnya Annabelle: Creation, film ini mengambil timeline di waktu jauh sebelum kejadian di film Annabelle (2014) terjadi. Ya, istilahnya mah di sini kita teh kayak kenalan lagi gitu sama si Annabelle dan masa lalunya.

Alkisah ada sepasang suami istri yang tinggal di pinggiran kota, sang suami (Anthony LaPaglia) adalah seorang pembuat boneka dari kayu. Mereka membuka rumah mereka untuk jadi semacam panti asuhan buat anak perempuan. Ada 8 orang yang pindah ke situ, rombongan ini diurus oleh seorang biarawati yang dipanggil Sister Charlotte (Stephanie Sigman). Diantara rombongan itu ada Janice (Talitha Bateman) dan Linda (Lulu Wilson). Nah, Janice adalah penderita polio yang jalannya harus dibantu dengan tongkat, mungkin karena dia yang paling lemah secara fisik, aura jahat di rumah itu jadiin dia target dan bikin Janice paling sering mengalami kejadian-kejadian aneh di rumah. Janice juga adalah anak yang pertama ‘kenalan’ sama si boneka Annabelle.

Sebagai film yang menjadi backstory dari film Annabelle (2014), menurut aku sih, plot film diceritakan cukup jelas, dengan bumbu jumpscares dan sound effect yang bikin kita nggak bosan dan selalu deg-degan nungguin apa yang bakal muncul. Terus, di akhir film kita ditunjukkin di mana benang merah film ini dan film Annabelle (2014), nyambungnya juga menurut aku bagus dan nggak maksa. Oh iya, seperti biasa ciri khas James Wan, film ini punya jumpscares yang mantips lah. Cukup terhibur denger penonton lain yang saking parnonya udah teriak duluan padahal belum muncul apa-apa. Selain adegan jumpscares yang jadi highlight, warna-warna dan teknis pengambilan adegannya pun khas banget seperti film-film beliau sebelumnya.

Tapi, sayangnya menurut aku, di film ini banyak tokoh yang nggak berperan terlalu banyak dan kemunculannya sia-sia, seperti anak-anak lain yang ada di rombongan panti asuhan tersebut, karena keseluruhan cerita hanya fokus di tiga tokoh; Janice, Linda, dan Sister Charlotte serta si Annabelle sendiri. Terus juga sebenernya di awal-awa film banyak adegan klise yang bikin kamu misuh-misuh sendiri, “Ih, udah dibilang jangan ke situ, malah ke situ!”, “Dibilangin pintunya jangan dibuka, malah dibuka!”, “Dibilangin jangan minum air es, kan lagi batuk!”. Eh, itu yang terakhir mah adegan di kartun Adit Sopo Jarwo, hehe. Maap.

Overall, film ini menjadi tontonan seru bagi warga kreatif yang suka sama fim horror, apalagi kalau kamu menikmati film-film karya James Wan sebelumnya seperti Insidious (2011), Conjuring (2013) dan Lights Out (2016). Mumpung masih ada di bioskop, ditonton ya!

Rajin menabung dan tidak menggigit.