Album: Tulus – Gajah

Tangan dingin Ari “ARU” Renaldi (4peniti) sebagai produser album ini bisa jadi sebuah pemacu. Sementara lagu hasil tulisan dari Muhammad Tulus mutlak sebagai pemicu nya. 9 lagu di album ini hampir semuanya layak menjadi single. Buktinya, 3 lagu di album ini ada di deretan 100 top downloaded song versi iTunes Indonesia. Bersaing dengan nama-nama dari artis internasional.

Dibuka dengan lagu “Baru” yang dikemas sangat motown-ish namun masih renyah dikunyah. (Perhatikan suara gitar yang centil sepanjang lagu ini. Kredit diberikan kepada Anto Arief dari 70s Orgasm Club). Dengan reff yang sangat anthemic. Sebuah lagu bentuk perlawanan dari si cupu yang berubah menjadi si super gaul dan membuat banyak penindasnya menyesal. Lagu-lagu berikutnya berjudul Bumerang, Sepatu, Bunga Tidur, Tanggal Merah, dll, memberitahu kita bahwa dalam penulisan lagu, Tulus masih asyik bereksplorasi dengan Kamus Besar Bahasa Indonesia.

Sektor lirik menjadi lebih puitis dan semakin jahil, (contoh: “Bila kau pikir aku sekuat itu, 24/7 aku bahagia.” Di lagu Bunga Tidur). Dari segi aransemen musik, kita dibawa ke suasana Amerika Serikat tahun 50-an di beberapa lagu, terutama lagu “Satu Hari Di Bulan Juni”. Namun Kang Ari tahu betul siapa yang ia tangani. Suara Tulus yang sangat berkarakter banget sekali ia lepaskan agar dominan di beberapa lagu lainnya. Tidak lupa lagu berjudul “Jangan Cintai Aku Apa Adanya” yang menurut saya akan segera masuk ke deretan lagu cinta terbaik di Indonesia.

Album Gajah ini seharusnya tidak boleh dilewatkan samasekali. Saya ulang. Album Gajah ini seharusnya tidak boleh dilewatkan samasekali. Dari detik 38 saja kita sudah dijamu oleh Tulus, “Nikmatilah Kejutanku”.

Tracklist:
1. Baru
2. Bumerang
3. Sepatu
4. Bunga Tidur
5. Tanggal Merah
6. Gajah
7. Lagu Untuk Matahari
8. Satu Hari Di Bulan Juni
9. Jangan Cintai Aku Apa Adanya

Ruang Alternatif Kamu