Album: Scaller – Senses

Indeks Prestasi Keren (IPK): 7,8/10

Ada rasa bangga gitu setiap artis lokal ngeluarin album baru, pride lokalnya asa keluar gitu. Hehehe. Apalagi kalau rilisannya dari band yang aku suka kayak Scaller, nih. Salah satu band asal Jakarta yang baru aja merilis album teranyarnya di awal Januari kemarin. Tepuk tangan dulu dong~

Album yang diberi nama Senses ini berisi 9 buah lagu yang total banget! Dibuka dengan The Alarms, menjadi intro yang cukup tenang dan agak mistik. Kalau di film Alice in The Wonderland mah kayak pengantar masuk ke lubang kelinci. Hahaha, naon atuh. Lalu, Scaller dengan bisa-bisanya menaikkan semangat di lagu berikutnya yang berjudul Flair. Tipikal lagu alternative rock yang ena‘ buat diangguk-anggukin.

Lagu Move in Silence menjadi semacam pembuka untuk ‘perang’. Aksen elektronik yang kuat dan beat yang menyerupai genderang perang (naon euy), bisa bikin aku jadi semangat lagi menerjang macet di Antapani. Lagu selanjutnya, Sense, menurutku menjadi lagu yang sangat menarik. Karena, nih, kalau kita dengerin lagu ini sambil tutup mata, bisa semacam memaksa untuk ‘mengaktifkan’ indera kita yang lain. Ketika suara Stella masuk, seakan menjadi klimaks di lagu tersebut dan akhirnya kembali dibawa turun dengan (sedikit) akhiran yang janggal. Wah, kumaha eta teh? Makanya, dengerin sendiri.

Di Three Thirty lebih banyak aksen manis ketimbang di lagu-lagu sebelumnya. Tapi, nggak jarang juga mengeluarkan petikan-petikan ‘nakal’ dan diakhiri dengan sebuah ke-paradox-an dari lagu tersebut. Cukup membingungkan ya? Haha. Lagu A Song dan Youth menjadi favorit aku, karena ada rasa adventurous dan chantchant yang bisa digorowokeun kalau nonton mereka langsung. Lagu Scaller yang menurutku paling sing along-able!

Mirip seperti Senses, lagu Upheveal membawakan balutan eksperimental. Dengan transisi janggal tapi nyaman, kita bakal disuguhkan awalan lagu yang didominasi oleh permainan gitar dan menjadi dominan oleh gebukan drum di bagian akhir lagu. Kalau dibuka dengan lagu kalem, ya, ditutupnya juga dengan lagu kalem. Dawn is Coming menjadi lagu penutup dan paling selow di album Senses ini, juga jauh lebih ringan karena nggak ada nada-nada eksperimental alternative. Kalem~

Nah, menurutku album ini memberikan sebuah perjalanan yang predictable namun penuh dengan petikan ‘nakal’ di sepanjang jalannya. Diawali dengan mulus dan berakhir dengan mulus. Senses punya loncatan-loncatan minor di dalamnya tapi Scaller masih bisa mengondisikannya menjadi sebuah kejanggalan yang sangat nyaman.

Teruntuk warga kreatif yang pengen dengerin albumnya, mangga atuh bisa dengerin versi digital-nya di Spotify atau Apple Music. Kalau mau modal mah, hayu kita dukung artis lokal dengan membeli CD asli mereka. Ngantri jajanan hits aja bisa, masa buat musik bagus masih nge-rip dari CD temen. Beli dong, ah, bisa kali~


Tracklist:

1. The Alarms

2. Flair

3. Move in silence

4. Senses

5. Three Thirty

6. A Song

7. The Youth

8. Upheaval

9. Dawn is Coming