Album: Sanctuary – A Splendour Remembrance EP

Indeks Prestasi Keren: 7/10

Warga kreatif, kira-kira apa, sih, yang identik sama Bulan Ramadan di daerah kamu? Kolek Cau? Petasan? Atau Puasa? Wadu, sorry. Udah jelas puasa mah atuh ya. Hehehe. Tapi, menjelang ramadan ini dirasa sedikit berbeda sama Sanctuary yang sudah resmi meluncurkan EP teranyarnya dengan titel A Splendour Remembrance. Oh iya, menurut kabar yang sifatnya bukan rahasia, katanya proses pembuatan album ini dikerjakan di tempat recording dan mastering yang berbeda, pas recording-nya Sanctuary menggaet Yeah Musik sedangkan pas proses mixing dan mastering dipercayakan pada Depthbase Music. Mau di mana aja asal satu; EP-nya jadi. Selamat yah daks!

Setelah saya bertanya-tanya ke kawan saya di Teknik Planologi, ternyata A Splendour Remembrance adalah bahasa latin yang artinya “Kenangan Megah”, yang mewakili semua kenangan tentang semua personil dari Sanctuary. Edan kieu, kenangan yang luxury class lamun hotel mah. Unit bernafaskan emotional hardcore yang digawangi oleh Ridwan (Vocal), Biman (Gitar), Diki (Gitar), Noza (Bass), Dian (Drum) ini, mencoba mengemukakan ragam kenangan pahit dan manis tapi masih bisa ditanggapi secara positif dan dipake buat moshing. Nggak percaya? Yeuh, simak!

Disambut di trek pertama yang berjudul Humana Inopia. Sebuah trek yang bercerita tentang sebuah harapan yang kadang nggak sesuai dengan kenyataanna. Wadaw. Di awal lagu terdapat sebuah backsound yang sad. Cocok kamu dengerin kalau lagi pesen bakso minta nggak pake saos, tapi kalahkah disaosan sama si emang. Tanpa basa-basi, setelah dibawa sedih-sedih, tiba-tiba saya dikagetin sama suara gitar postrock dari Biman dan dentuman drum yang agak patah-patah, bisa banget bikin kalian heboh sendiri. Menuju ke tengah lagu ada sedikit penurunan tempo, kalau di gigs mah itu teh waktu yang pas buat sing a long dan ngarenghap.

Dilanjut oleh trek kedua yang berjudul Wallflower. Dari yang saya pantau, trek yang satu ini semacam bercerita tentang kondisi hati salah seorang yang merasa bahwa nggak seharusnya orang yang introvert itu mendapatkan perlakuan yang berbeda dengan orang lainnya. Eh, paham. Di awal lagunya langsung disambut dengan tempo santai agak patah-patah dari suara gitarnya, ieu raos pisan, seriusan warga kreatif. Seperti Jus Jambu Jalaprang.

Trek ketiga ada Reincarnation, yang bermakna tentang perjalanan Sanctuary yang kadang mengalami kondisi sangat fluktuatif. Euh, persis seperti kehidupan atuh ya? Naik dan turun. Di trek ini, untuk segi musik hampir mirip dengan lagu-lagu sebelumnya, cuma ya di sini mah rada nyelipin ketukan punk di tengah-tengahnya sambil digradasikan dengan feel in drum dan petikan gitar yang diberi reverb dan delay. Kalau diibaratkan kue wafer, sih, ini renyah banget! Warga kreatif harus mendengarkannya sendiri. Mandiri dong.

The Aphrodite’s Demenour didaulat sebagai trek penutup di EP iniSebuah trek curahan hati dari salah satu personil yang sering diberi janji tapi akhirnya dibohongin lagi. Sama sekali seperti omongan supir angkot yang lagi ngetem. Bedanya, jarang sekali ada supir angkot yang membuat lagu dari pengalamannya. Diawali dengan suara tom dan floor drum, tiba-tiba langsung diguncang dengan suara bass dan gitar yang diberi warna postrock. Kata temen saya yang di unit musik mah transisi part-nya hampir mirip dengan musik skrum yang ciri khasnya temponya emang berubah-ubah. Lagu penutup tadi diganjar durasi sekitar 7 menitan, kalau dibandingkan dengan lagu yang lain, sih, lagu terakhir ini adalah lagu yang berdurasi paling panjang, mungkin di sini klimaksnya, warga kreatif.

A Splendour Remembrance berkomposisi 4 lagu, yaitu Humana Inopia , Wallflower, Reincarnation, The Aphrodite’s Demenour. Hampir semua lagunya tercipta dari keresahan yang sering ditemui di kehidupan sehari-hari. Jadi, buat warga kreatif yang sering galau atau ngaruntah di Insta-stories, mending kayak Sanctuary yang setiap kegelisahannya langung dituangkan ke musik. Eh, tapi itu, sih, pilihan lho.

Lebih kerennya lagi, Sanctuary adalah band yang memiliki massa yang cukup massive, karena nggak sedikit juga teman-teman seperjuangannya yang ikut membantu Sanctuary pada proses perilisan EP ini, dari mulai artwork sampai pengemasannya pun nggak luput dari bantuan teman-teman seperjuangannya. Pride banget. Terus jaga persahabatan kalian ya dan jangan lupa beli EP teranyar dari Sanctuary!

Tracklist:

1. Humana Inopia

2. Wallflower

3. Reincarnation

4. The Aphrodite’s Demenour.

Pedestrian.