Album: Rich Brian – Amen

Indeks Prestasi Keren: 8/10

Kayanya nggak lebay kalau aku bilang album ini termasuk “most anticipated album” di Indonesia. Yha, gimana, ya? Ada rasa bangga dong akhirnya ada artis pendatang baru dari dalam negeri yang melejit di luar. Yes, Rich Brian tanggal 2 Februari yang lalu resmi merilis album perdananya;  Amen. Hiphop / rap mungkin bukan genre favorit aku, cuma menurutku si Rich Brian ini perlu diwaspadai, apalagi genre ini sudah mulai naik daun lagi di Indonesia. Hehe, ya sotoy aja sih ini, biar siga yang iya aja.

Dibuka dengan Amen, lagu yang cukup catchy untuk opening, tapi buat aku cukup kerasa shifting-nya lebih ke style East-Sout Heast Asia sebagaimana yang sering label 88 Rising kurasi. Buat aku, transisi dari awal ke lagu kedua dengan nada mellow yang drastis cukup menggambarkan dinginnya lagu yang bertajuk Cold. Terus, lagu Occupied buat aku jadi pembuka gaya rap Rich Brian yang lama, meskipun dengan nada-nada yang lebih minor.

Lagu Introvert (ft. Joji) jadi salah satu featuring track yang paling enakeun dan dengan feels daydreamy. Attention, Glow Like Dat, Chaos, dan Trespass jadi kumpulan lagu yang Rich Brian banget yang sering word per beat. Naon sih eta? Hehe. Oke oke. Salah satu lagu yang menurutku cukup personal adalah Flight, liriknya cukup mengutarakan perasaan senang Brian bisa pergi ke USA. Enya lah, siapa yang nggak seneng, huhuhu. Hampir mirip dengan lagu Kitty yang lebih narsisistik, See Me dan Enemies adalah lagu yang paling biasa aja dalam album ini, beat-nya cukup monoton walaupun isinya cukup jenaka. Tapi, nggak se-jenaka Komeng sih. Sorry. Dua track kolaborasi lainnya, Little Prince dan Arizona punya karakter yang cukup mainstream di lagu rap, catchy pas pertama kali denger ditambah lantunan melodic lirik yang cukup selow. Santai banget seperti ibu-ibu pengemudi motor matic. Iya.

Buat orang yang nggak ngikutin hiphop tapi kepo dengan kualitas musik Rich Brian, album ini cukup memuaskan. Dengan kualitas produksiannya yang makin baik, karakter rap-nya juga mulai menyesuaikan dengan market yang lebih luar. Tapi, sayangnya lagu-lagu pre-debut nggak dimasukin ke album, mungkin karena ingin menonjolkan karater baru yang Asian Nerd Rap ke Stoner Daydreamy Rap. Iya, istilah bikinan aku sendiri ini mahKumaha aku weh.

Dengan karakter genre rap yang cukup narsisistik, Brian cukup merepresentasikan kisahnya lewat beberapa lagu dan buat aku itu suatu cerita yang menarik dari anak Jakarta yang tiba-tiba naik daun dan masuk industri rap baru di Asia. Warbyazaaa. Entah kenapa aku lebih mengantisipasi tiap video klip dari Rich Brian karena kualitas produksinya yang keren banget. Sok atuh, semoga banyak yang nyusul lah artis tanah air yang tiba-tiba melejit karena kualitas bukan cuma sekedar sensasi. Hihihi.