Album: Piston – Titik Nol

Indeks Prestasi Keren (IPK): 7,5/10

Tahun 2016 lalu kayaknya emang jadi tahun yang lumayan produktif untuk skena “kiri” di tanah air tercinta kita ini. Tapi nggak ter-Rangga. Sorry. Trio Rajasinga dengan kreasi tingkat dewanya di album III mereka. Belum lagi band-band paten lainnya, sebut saja Taring, Jeruji, Lose It All, hingga debut Hellcrust yang juga berbahaya. Dan di akhir tahun kemaren, band edan eling bernama Piston juga ikut ngeramein khasanah per-produktif-an skena ini, nih. Penasaran? Hayu atuh, makanya baca ulasan saya tentang album Titik Nol ini. Sok enggal, ninyuh kopi heula.

Walau sudah 2 bulan kurang lebih album ini beredar, tapi, itu mah nggak mengurangi niat saya berbagi kekebutan sama kalian. Pake helm, boy, ada razia. Bersampul bernuansa coklat kemerahan karya Dannvs Darmawan, album Titik Nol ini dibuka oleh track berjudul Menuju Ketiga, yang menjadi sebuah salam pembuka yang cukup santun dan menggambarkan raungan Piston yang cepat dan lugas. Lalu digeber oleh track yang menjadi jagoan di album ini. Yes, Titik Nol. Track ini dan semua jagoan Titik Nol lainnya ditulis oleh Argi Tendo (vokal, gitar), dalang si Piston. Memang apik jelema ieu teh.

Lanjut di track ke-3 dengan judul bahasa Inggris pertama, The Unsung Heroes. Lagi-lagi kebut dan lantang, dibalut dengan vokal ala punk rock di tengah 90-an. Di lagu selanjutnya, nomor berjudul Adrenalin yang sebelumnya sudah pernah menjadi salam perkenalan sebagai single bebas unduh di album Titik Nol ini. Bagian teriak “Adrenalin!” teh enak siah, nggak tau kenapa.

Better Off Dead, track ke-5 yang jadi salah satu favorit saya di album ini. Banyak diisi oleh vokal latar yang sing-able. Jadi ngebayangin nonton mereka terus bawain lagu ini. Nggak bisa kayaknya kalau cuma tutup mulut. Eh, bisa deng. Eh… nggak ketang, ah. Melambai dan Hakim Tak Berpalu, adalah 2 buah track selanjutnya yang nggak jauh berbeda nuansa musiknya. Masih dalam ketukan speed metal berkedok punk rock yang menyenangkan. Tapi di lagu Hakim Tak Berpalu, semuanya terasa segar waktu diisi dengan nuansa stoner & hard rock di hampir penghujung lagu. Ah, bisa aja!

Son of Man, track ke-8 yang nggak kalah memberikan kejutan. Enak juga. Selow, nggak terlalu ngebut tapi tetap gagah di bagian vokal. Serak jibrug. Waduh, hujan kali, ah. Tapi, ada dua track di sisa tracklist yang bikin saya kurang puas rasanya. Track berjudul A Challenge To Our Current Understanding dan Jack Of All Trades berasa kurang gurih. No offense, tapi nggak tau kenapa, kayak sedikit udah terkuras energi dan pematangannya. Mungkin, karena track terakhir dan nggak terlalu membalikkan lagi karakter Piston-nya. Kecuali di 1 menit terakhir di lagu Jack Of All Trades, berasa lumayan segar dengan solo gitar dan teriakan ala-alanya. Asik. Oh, iya, dan ada satu lagu tersembunyi di dalam album ini. Unknown, nggak ada judul. Sieun oge nya, so misterius tapi. Jiga Romy Rafael.

Keseluruhannya, sih, album Titik Nol ini bisa dibilang sangat utuh, karena ada di titik tengah hardrock dan metal. Nggak terlalu metal, nggak terlalu rock. Lah, kumaha, sih, ah?! Ya pokoknya rilisan Lawless Records ini sedikit mengobati batiniah para pencinta musik kenceng lah. Mantoteps pokoknya!


Tracklist:

1. Menuju Ketiga

2. Titik Nol

3. The Unsung Heroes

4. Adrenalin

5. Better Off Dead

6. Melambai Hakim

7. TakBerpalu

8. Son of Man

9. A Challenge To Our Current Understanding

10. Jack Of All Trades

Oh tiada tandingannya. Aku yang paling berkuasa. Semua orang tunduk padaku! Akulah, Kertarajasa~