Album: Mondo Gascaro – Rajakelana

Indeks Prestasi Keren (IPK): 7,5/10

Coba, nih, warga kreatif, kalau ada masalah enaknya diapain? Daripada dibikin ribet dan malah bikin stres, ya, dibawa ringan aja gitu. Pas banget sama album perdananya Mondo Gascaro yang baruuu banget dirilis 30 November kemarin. Album yang diberi tajuk Rajakelana ini kayaknya emang nyari momentum stres orang Bandung yang sekarang sering dilanda kepadatan di jalanan biar jadi rileks sedikit. Soalnya di album yang berisikan 10 lagu ini, isinya ngasih efek “ringan” banget.

Dibuka dengan Naked, dengan intro bunyi ombak ngasih gambaran suasana sunrise di pantai yang santai. Uhuy. Dilanjut dengan A Deacon’s Summer yang jadi salah satu lagu favoritku. Single ini sebelumnya udah pernah dilepas terlebih dahulu ke pasaran sebelum albumnya muncul. Lagu yang cukup upbeat ini menurutku cocok banget buat orang yang tipikal morning commuter; relaxing tapi nyemangatin. Ditambah dengan lirik-lirik romantis, jenaka tapi ngena.

Dua lagu berikutnya dikemas menggunakan Bahasa Indonesia, dengan nada yang cukup nelangsa. Dan Bila… dan Sanubari seakan jadi soundtrack kegalauan di album ini. Serasa baru nyampe kampus di pagi hari terus ngeliat gebetan mesra-mesra sama musuh. ADUILE~

Selanjutnya, di lagu Rainy Days on The Sidewalk kita dibawa untuk ceria kembali sama lirik cinta-cintaan sebelum dibawa ketitik puncak “kontemplasi” album Rajakelana di lagu instrumental berjudul Strum und drang – Fur Ludwig Van. Gemericik marakas yang dipadu dengan saxophone, bass, dan sedikit sentuhan elektronik bikin kamu ‘tinggi’ dengan emosi yang acak-adut. Naon atuh euy, pokoknya bikin fly high, high five.

Di lagu Into the Cloud, Out of the Ocean suasana lounge kerasa banget digambarkan. Dengan lirik minim, string, saxophone, dan piano Mondo yang berkolaborasi dengan suara latar dari nona Aprilia Apsari membuat coitus sway dan jazz yang cocok menemani untuk bersantap di restoran berbintang Michelin. Lain warteg Bu Oom nu biasa maneh mangkal.

Oblivion, Oblivion! jadi lagu full band pembuka setelah sesi instrumental jazz. Jika diibaratkan dengan cerita kecengan tadi, lagu ini bisa mendeskripsikan kesuksesan kamu buat ngajak kecengan kamu jalan. Dengan sedikit nada-nada minor, Mondo masih ingin mendeskripsikan “keraguan” dalam kepercayaan diri kamu ngajakin kecengan makan, bukan di warung Bu Oom lagi yak. Teu modal ah kamu mah.

Butiran Angin menjadi lagu ketiga di album Rajakelana yang menggunakan Bahasa Indonesia. Entah karena aku orang Indonesia atau emang nggak jago bahasa Inggris, tapi buat aku semua lagu berbahasa Indonesia milik Mondo jauh lebih ngena dan nelangsa. Bawaannya tuh kayak seneng dan galau jadi nyatu. Keambiguan hakiki. Naon atuh Al.

Lamun Ombak menjadi lagu penutup di album Rajakelana ini. Kembali berkolaborasi dengan Aprilia Apsari dengan suasana 60-an yang juga digiring lagi di lagu ini. Jujur, sih, lagu ini ngingetin sama lagu-lagu alm. Chrisye, terlebih karakter suara Mondo juga cukup mirip; bening dan ringan. Instrumen yang saling saut-menyaut antara string, perkusi, dan petikannya menjadi daya tarik sendiri di lagu ini. Mungkin bisa jadi lagu favorit ibu sama bapak kamu juga karena sisi nostalgia yang kuat terhadap era recycling musik Indonesia di tahun 90-akhir.

Menjadi sebuah balutan lengkap yang meliputi dari pagi hingga matahari terbenam, album Rajakelana ini bisa jadi soundtrack seseorang yang woles dan cerita cintanya. Keunggulan album ini menurutku adalah kemampuan Mondo untuk membawakan cerita dengan ringan tapi ngena, tanpa lirik terlalu filosofis atau instrumen yang terlalu kompleks; hanya sederhana dan bersaut-sautan. Kalau boleh jujur, sejak mengeluarkan single A Deacon’s Summer aku udah nunggu-nunggu rilisnya album ini, hamdalah akhirnya sudah keluar. Lega~ Kalau udah begini tinggal nunggu Mondo Gascaro menjadi jamur di setiap gig Bandung. Hm, kita tunggu saja.


Tracklist:

1. Naked

2. A Deacon’s Summer

3. Dan Bila…

4. Sanubari

5. Rainy Days on the Sidewalk

6. Sturm und drang – Fur ludwig van

7. Into the Clouds, out of the Ocean

8. Oblivion, Oblivion!

9. Butiran Angin

10. Lamun Ombak feat. Aprilia Apsari