Album: Kelelawar Malam – Jalan Gelap

Indeks Prestasi Keren: 7,5/10

Halo warga kreatif! Tau nggak kalau Kuntilanak, Mister Gepeng, Pocong, dan makhluk astral lainnya lagi selebrasi, lho. Eh, emang ada apa? Iya, jadi pada hari senin (20/3) bulan lalu, unit horror punk kenamaan asal Jakarta yang selalu identik dengan setan-setan lokal, yaitu Kelelawar Malam, baru aja merilis album penuh kedua mereka dengan titel Jalan Gelap. Album ini dirilis dalam bentuk cakram padat dan terbit dibawah naungan Lawless Jakarta Records. Pecut, bang!

Album ini merupakan penantian panjang Sayiba ‘Von Mencekam’ (vokal/gitar), Fahri Al Maut (gitar), Deta Beringas (gitar), Uri ‘Sang Pembantai Dari Mongol’ (bass), dan Hafidh Buto (drum), selama kurang lebih 7 tahun semenjak album pertamanya yang bertitel Self Titled (2010). Jalan Gelap juga didedikasikan untuk sahabat mereka yang meninggal tahun 2016 silam, Margino Edward Pedrico (Ghaust). Dikemas dengan visualisasi artwork sebagai tribute untuk film lokal ber-genre horror tahun 80-an yang dikerjakan oleh illustrator kenamaan, seperti Tremor, Anggareza Adhitya, Rukmunal Hakim, dan Riza Prawiro. Lazissss!

Jalan Gelap berisikan 8 lagu dengan durasi kurang lebih 25 menit. Setiap lagu yang ada di album ini memiliki ceritanya masing-masing. Von Mencekam sebagai penulis lirik banyak mengambil inspirasi dari buku-buku karangan Tatang S. hingga Stephen King, serta film-film horror seperti Pengabdi Setan, Malam Satu Suro, Bayi Ajaib, sampai Rosemary’s Baby dan Psychomania. Kvlt banget, ye. Jalan Gelap merupakan eksplorasi benang merah dari setiap musikalitasnya, yaitu horror punk dengan memasukan unsur-unsur New Wave of British Heavy Metal ala Iron Maiden, Judas Priest, dan beberapa sentuhan lainnya seperti blues, rock, dan juga black metal.

Dibuka dengan Jalan Gelap yang bukan merupakan intro seperti di hampir kebanyakan album. Sebuah dedikasi tingkat dewa kepada setan-setan yang berkecimpung dalam jiwo-jiwo sesat untuk mencari kekuatan magis atau supranatural untuk mendapatkan kekayaan/kehormatan. Boleh nawarin senter atau lilin nggak? Biar agak terangan dikit. Hehe. Selanjutnya, ada Desmodus Rotundus dan Ordo Vampir yang merupakan cerita fiktif dari tukang sedot darah yang meneror dunia. By the way, Ordo Vampir adalah lagu yang paling enak buat sing a long, lho. Berasa ngasih ode buat vampir aja gitu. Iya, gitu.

Kelelawar Malam pun nggak melulu bikin lirik tentang horror lokal. Kalau kamu lagi kepengen kebut-kebutan pake Rx-King di komplek terus dibilang “Setan” sama tetangga, dengerin Setan Jalanan aja. Jangan lupa pake jaket kulit hitam, biar kayak Ghost Rider. Lalu diikuti oleh track selanjutnya yang diawali dengan petikan gitar berirama blues tahun 70/80-an, layaknya perkawinan silang antara blues rock dan horror punk yang menghasilkan Babylon. Ini salah satu track favorit saya!

Di album Jalan Gelap ini, mereka pun mengajak beberapa musisi kenamaan asal Jakarta untuk ambil posisi di bagian vokal latar pada track Horror Metal Punk. Ya, mereka adalah Daniel Mardhany (DeadSquad, Die Roboter, etc), Yogha Prassidhamukti (Dental Surf Combat, Skandal), dan Anida Bajumi (Dental Surf Combat). Sesuai dengan judulnya, track ini kental dengan riff gitar yang gahar dengan tempo yang cepat. Cocok, lah, untuk huru-hara di area moshpit sambil sing a long. Selanjutnya ada Sang Pembantai. Menurut saya, ini lagu tuh punya lirik yang paling gore dibalik musiknya yang nge-punk ala Social Distortion. Hehe, sok tau ye.

Album Jalan Gelap ditutup oleh Merapi. Nah, ini juga merupakan bukti nyata dari eksplorasi musik yang dibikin sama Kelelawar Malam. Sentuhan black metal-nya dapet terutama ketika terdengar iringan choir dan pukulan drum yang khas layaknya musik black metal. Meski begitu, horror punk-nya Kelelawar Malam nggak ilang kok.

Secara garis besar, saya nggak pernah ngerasa kecewa dengan karya-karya dari Kelelawar Malam. Jalan Gelap menjadi sebuah suguhan untuk budak-budak Kelelawar Malam yang haus akan karyanya, termasuk saya. Hal yang paling saya kagumi adalah mereka pintar menyisipkan partpart untuk mengajak penikmatnya sing a long. Disamping musikalitasnya yang sudah mumpuni. Hehehe. Pesan dari abang-abang Kelelawar MalamJalan Gelap akan menghantui kalian dan mendatangkan bencana pada hidup kalian yang lemah dan menyedihkan. Ingat, jangan lupa makan melati dan selalu sediakan dupa untuk memutar album ini. Pecut!

Tracklist:

1. Jalan Gelap

2. Desmodus Rotundu

3. Setan Jalanan

4. Babylon

5. Horror Metal Punk

6. Ordo Vampir

7. Sang Pembantai

8. Merapi

“Bu Haji, daging?”