Album: Collapse – Grief EP

Indeks Prestasi Keren: 7.5/10

Di tahun 2014, saya kira meroketnya pamor alternative rock/shoegaze lokal bakal cuma bertahan sebentar, tapi saya salah. Habisnya bingung, mau nonton band-band lokal begitu di mana. Sulit lah. Apalagi di Bandung. Biasanya, sih, suka nyelip di acara all genre. Emangnya pensi SMP all genre. Sorry. Ternyata sampai detik ini, penggiat musik lokal dengan bawaan musik tersebut masih punya semangat yang berapi-api, contohnya Collapse atau Andika Surya yang baru aja ngerilis EP perdananya yang berjudul Grief via Royal Yawns. Padahal mah tahun lalu rilisnya, tapi masih fresh jadi dibilang baru. Ngeles.

Grief dari Collapse ini berisikan 5 lagu yang saling berkesinambungan. Runut gitulah ceritanya, semacam ada konsep naratif di dalam EP ini. Nggak kayak komik Kobo Chan yang pabalatak. Track pertama dibuka dengan Prologue yang berperan sebagai intro, yang mencoba memacu detak jantung dengan riff yang kasar. Ibaratnya mah kayak pas lagi nunggu lampu merah F1 tea. Track ke-2 yang berjudul Cathedral ini mirip sama perasaan pembalap pas udah lampu hijau menuju tikungan pertama. Rebut-rebutan posisi menjadi yang terdepan. Geber gitulah. Harap-harap cemas. Adeuh. Sorry.

Sleepless and Dreaming sebagai track ke-3 memberi kesan si pembalap tadi udah dapet posisi enak. Jadi nyantai gitu bawa kendaraannya. Tempo lagunya juga slow gitu, ditambah spoken words-nya yang bikin gurih. Uniknya, track ini awalnya disisipin sama opening theme dari PS1. Jadi sah-sah aja dari tadi saya masukin referensi balapan. Haha.

Akhir dari Sleepless and Dreaming langsung fade in ke intro dari lagu Given yang ada di track ke-4. Given ini punya feel, kalau si pembalap teh lagi ngageber kendaraannya di lap terakhir. Bikin perasaan nggak menentu gitu. Temponya enak, tone lagunya juga cerah dan bersemangat.

Epilogue sebagai track terakhir jadi soundtrack si pembalap ketika harus buang-buang karbonasi soda. Ini mah pembalap liar. Ngegambarin perasaan lega tapi tetep harus fokus untuk balapan berikutnya. Maaf kalau harus diibaratin sama setting-an balapan. Kalau kamu nggak seneng, bayangin sendiri aja. Pokoknya album ini mencoba untuk menceritakan apa makna dari Grief itu sendiri. Meskipun komposisinya enak, gurih, dan mantap, sebenarnya saya nggak begitu suka dengan konsep naratif dalam sebuah album/EP, karena nggak bisa menemukan satu track yang stand-out di antara yang lain. Yang menjadi nyawa sebuah album. Namun hebatnya, Grief adalah nyawanya, dan lagu-lagu di dalamnya itu sistem motoriknya.  Hehe. Selamat buat Collapse atas rilisnya Grief, semoga makin kece.

Tracklist:

1. Prologue

2. Cathedral

3. Sleepless and Dreaming

4. Given

5. Epilogue

*Tom & Jerry’s Opening Score*