Album: Barefood – Milkbox

Indeks Prestasi Keren: 8,5/10

Sejak pertama kali mendengarkan single Milkbox yang rilis di Januari lalu, saya yakin Barefood bakal ngasih kejutan yang membahagiakan di lagu-lagu yang ada di dalam album penuh pertama mereka yang juga diberi judul Milkbox, yang berisi 9 lagu. Mungkin buat saya aja. Simpelnya, sih, pembaruan yang diusung ada faedahnya. Hehe.

Jujur, saya sampai sekarang belum bisa menentukan track-track favorit dari album Milkbox. Konsep engaging-nya yang berasal dari rasa sok tau saya mah sebenernya sama aja kayak yang mereka kasih di dalam Sullen EP (2013). Setiap lagu yang ada, punya cerita, karakter, dan suasana sendiri-sendiri yang bikin saya selalu deg-degan kalau ngedengerin secara serius. Ya, tapi ini harus serius, karena mau nge-review. Naon, sih. Sebenernya mah nggak satu-satu bedanya, sih, tapi gitu deh. Ada kategorinya gitu.

Contohnya, kayak lagu Milkbox, Amelie, Candy, dan Sugar yang jelas-jelas ngasih gambaran emosi yang disebabkan oleh kasus percintaan. Bukan soal putus, patah hati atau aku cinta dia tapi dia nggak cinta. Keempat lagu tersebut ngasih gambaran kalau memang cinta, ya, utarakan. Kalau hasilnya nggak sesuai, ya, keluarin aja kekesalan yang dirasa. Disuruh jujur meureun ya. Susah emang, tapi kalau nggak gitu gimana mau dapat pahala?

Lanjut dengan Hitam, Scars, dan Biru yang mencoba memproyeksikan rasa kesedihan, kekesalan atau frustasi yang ada pada diri manusia. Walaupun ujung-ujungnya, mau nggak mau harus merelakan apa yang udah kejadian. Nggak perlu larut dan menyayat lengan. Hitam dan Biru ini unik, karena dua track tersebut merupakan lagu Barefood yang berbahasa Indonesia untuk pertama kalinya direkam dan didagangkan. Jadi terkesan leuwih jero weh nyeri hate teh, karena bisa terpacu di mana aja ketika sambil dengerin album Milkbox. Selain itu, di salah satu lagu ini terdapat bunyi alat tiup, yang mananya mah saya nggak mau ngasih tau. Cuma, itu teh beneran orang yang main atau suara gaib? Hhe.

Soda juga merupakan sesuatu yang baru yang dikasih oleh Barefood dalam album Milkbox. Sebuah lagu instrumental yang kalau dengerinnya sambil merem bisa ngasih bayangan kalau kita lagi lari-lari di taman bareng gebetan, terus sok-sokan jatoh, guling-guling. Mesra gitu lah, kayak iklan Lifebuoy, Dettol, dan Rinso dijadiin satu selama kurang dari 3 menit.

Untuk lagu Grown Up sendiri, mungkin saya dapetnya kayak sebuah statement “Aku yang dulu bukanlah yang sekarang” yang mau dicoba untuk disampaikan oleh Barefood. Lagunya nggak se-bold pernyataannya. Ada lika-liku yang diceritain. Mungkin juga maksudnya buat merepresentasi komposisi untuk album Milkbox sendiri, bisa juga sebagai proyeksi dari rasa kesal karena harga kopi sachet naik Rp500,- yang menyebabkan mereka memilih untuk minum susu. Nggak tau tah yang mana.

Sebenernya, nggak banyak perbedaan yang ada dalam permainan musik Barefood secara keseluruhan. Masih ada irisannya sama rilisan-rilisan mereka sebelumnya. Lagipula, rata-rata lagu di album ini emang udah pernah didendangkan ke orang-orang dalam format live, jadi kalau ngerasa beda banget, mungkin itu di kamunya. Permainan gitar masih terdengar kasar dengan melody yang manis, permainan bass yang statis untuk menjaga tempo, dan dentuman drum yang sesuai dengan pesan yang mau disampaikan di setiap lagunya. Yang terdengar jelas, sih, mereka agak lebih memasukan elemen lo-fi dari yang udah-udah. Alhasil membuat pendengaran makin susah mencerna artikulasi yang keluar, tapi kalau mau usaha mah bisa.

Dengerin album Milkbox ini saya jadi keingetan sama band-band macam Dinosaur Jr, The Pains of Being Pure at Heart, dan satu lagi belum nemu pasnya. Intinya mah ini saya sotoy aja, mudah-mudahan warga kreatif dan pihak Barefood bisa ngasih tau satu band lagi. Seenggaknya biar valid aja. Hehe.

Tracklist:

1. Milkbox

2. Candy

3. Grown Up

4. Amelie

5. Soda

6. Hitam

7. Sugar

8. Scars

9. Biru

*Tom & Jerry’s Opening Score*